Sabtu, 23 April 2011

Situs Megalitikum di Lereng Gunung Slamet





Memasuki Kompleks Situs Batur Agung di Dusun Pondok Lakah, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) seperti masuk dalam hutan yang masih perawan. Padahal, kawasan itu sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Namun, karena daerah itu dikeramatkan oleh penduduk setempat, maka pepohonan dibiarkan tumbuh seperti dalam rimba belantara.

Dengan berjalan kaki sepanjang 200 meter (m) dari jalan desa, atmosfer rimba mulai menyergap. Sinar matahari tak mampu sepenuhnya menyinari tanah lantaran terhalang dauun-daun dari pepohonan tinggi. Suara serangga terdengar dari berbagai arah. Setelah melewati jalan bebatuan menanjak, tibalah di sebuah tanah lapang di antara rerimbunan pohon.

Di tengah dari tanah lapang, berdiri sebuah bangunan denganm ukuran sekitar 4 x 5 meter. Di sampingnya, terlihat tatanan batu-batu yang rapi. Bebatuan itu sudah terlihat berwarna hijau karena lumut menutupi seluruh permukaannya. Tampak jelas kalau di zaman kuno area setempat dijadikan sebagai tempat pemujaan pada era prasejarah.

Bukti dari itu adalah adanya Menhir dan Punden Berundak. Dua jenis batu tersebut merupakan tempat pemujaan pada zaman megalithikum. Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Sedangkan Punden Berundak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.

Hasil inventarisasi Balai Peninggalan Sejarah Purbakala wilayah Jateng menyebutkan Situs Batur Agung merupakan bantuan Punden Berundak dengan tiga teras yang berorientasi utara selatan dengan mengagungkan Gunung Slamet yang dianggapnya sebagai tempat persinggahan terakhir bersemayamnya para arwah nenek moyang.

Ada tiga buah patung batu dengan bahan dasar batu andesit yang menggambarkan lambang nenek moyang dengan bentuknya sangat sederhana, dengan ukuran rata-rata tinggi 80 sentimeter (cm) dan garis tengah 30 cm. Sebuah batu lumpang yang berbahan dasar batu andesit dengan ukuran tinggi 20 cm, garis tengah 17 cm, tebal 4 cm yang semuanya itu berada pada teras ketiga yang berfungsi sebagai sarana pelengkap upacara ritual pemujaan pada arwah nenek moyang dan disimpan di dalam bangunan rumah cagar budaya. Pada teras kedua terdapat satu buah menhir yang berbahan dasar batu andesit yang juga berfungsi sebagai sarana pelengkap upacara ritual pemujaan arawah nenek moyang dengan ukuran tinggi 57 cm, garis tengah 20 cm.

Setelah melewati beberapa abad, tempat tersebut tidak hanya terdapat bangunan zaman pra sejarah saja, tetapi area itu juga berubah menjadi tempat menyepi yang dimulai sejak zaman Kerajaan Padjajaran.

Juru kunci Situs Batur Agung, Sobirin, 61, mengungkapkan situs tersebut tidak hanya merupakan peninggalan zaman pra sejarah, tetapi juga dikeramatkan ketika memasuki zaman Kerajaan Padjajaran. "Situs Batur Agung merupakan tempat di mana Raden Kamandaka bersemedi di tempat ini. Kamandaka merupakan kerabat Keraton Padjajaran kala itu,"kata Sobirin kepada Media Indonesia.

Dijelaskan oleh Sobirin, sebelum tahun 1974, berbagai batu-batuan yang merupakan sisa situs zaman pra sejarah berserakan di luar. Termasuk di dalamnya ada sejumlah patung lain. Patung-patung yang ada di kompleks tersebut umumnya adalah tokoh dalam pewayangan. Di antaranya adalah Semar, Batara Guru, Togog, dan Begawan Narada. Tetapi ada juga patung Roro Jonggrang, alat musik Rebana tetapi terbuat dari batu serta lumpang atau tempat menumbuk padi.

Berbagai situs batu tersebut awalnya berserakan di luar, tetapi sejak tahun 1974 “dikandangkan” dalam rumah yang dibangun oleh warga. Jejak Raden Kamandaka sebagai pertapa di tempat itu ternyata juga diikuti oleh masyarakat umum. Mereka yang datang menyepi di Situs Batur Agung. Tampak berbagai sesajen yang tersisa, seperti jajanan pasar dan bunga. "Mereka umumnya menyepi memohon kepada Allah. Rata-rata mereka datang ke sini karena tempatnya memang sepi dan cocok untuk berdoa. Suasana yang hening membuat doa yang dipanjatkan menjadi sangat khusuk,"kata Sobirin.

Setiap setahun sekali, di tempat itu juga diadakan ritual yang dilaksanakan pada bulan Mulud dalan hitungan kalender Jawa. Ritualnya berupa tumpengan bersama oleh warga Dusun Pondok Lakah. Biasanya, warga juga menyembelih kambing di tempat itu.

Dalam perkembangannya, kini Situs Batur Agung dikolaborasikan dengan keindahan alam yang ada di tempat itu sebagai obyek wisata yang dikemas menjadi Batur Agung Mount Fun.

Project Manager Batur Agung Mount of Fun Muhammad Nur Yusuf mengatakan kalau hanya Situs Batur Agung saja dirasakan rugi. "Dalam perjalanan ke Situs Batur Agung, suasana sudah sangat menakjubkan. Di sepanjang jalan dapat dilihat pemandangan alam sawah dan pegunungan yang mempesona. Karena wilayah Baseh merupakan lereng selatan Gunung Slamet,"katanya.

Pihaknya, katanya, bakal mememadukan keindahan alam dengan situs bersejarah itu menjadi obyek wisata yang menarik. "Perpaduan antara wisata ritual dengan wisata alam. Selain alam yang menjanjikan keindahan, kami juga akan mengembangkan berbagai potensi lokal yang ada. Misalnya saja arung jeram dan kayak. Semuanya akan disatukan menjadi wisata,”ujarnya.

Menjadi tantangan tersendiri bagi Yusuf untuk menjadikan Situs Batur Agung dan keindahan alam Desa Baseh dijual menjadi obyek wisata. Sebab, untuk mencapai kawasan itu membutuhkan perjalanan cukup panjang karena jarak dari Kota Purwokerto mencapai sekitar 15 km dengan jalan sempit dan menanjak. Tetapi potensi pasarnya juga terbuka lebar, karena dapat dijadikan wisata edukasi bagi pelajar mengenai kesejarahan serta ecotourism bagai khalayak umum dengan alam yang masih terjaga keasliannya.(liliek dharmawan)

1 komentar:

Amisha mengatakan...


Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut